Liburan ala Gunung dan Pantai di Bali

Akhhhh… liburan! Dari zaman masih pake seragam putih-merah sampai ngerasain belajar pakai baju bebas, liburan adalah hal yang paling ditunggu. Momen di mana lepas dari tugas-tugas yang memusingkan otak dan bikin sakit kepala.

Liburan kali ini aku tidak mau berkutat di Bogor. Aku mau naik gunung tapi yang agak jauhan. Di Bali. Gak usah pakai diceritain juga pasti udah tau kan, kerennya Bali kayak apa. Pantai yang indah dan gunungnya yang megah. Jadi gak pake pikir dua kali untuk pilih tempat ini.

view gunung agung bali

Pilihan pertama langsung ke Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Bali dengan ketinggian 3.142mdpl. Di ketinggian segitu, kita seperti berjalan di atas awan, lho!. Luar biasa. Udah gitu, dari puncaknya bisa keliatan jelas Gunung Batur, Gunung Abang, Pantai Sanur dan Gunung Rinjani. Trus, yang gak kalah menariknya, turun dari Gunung Agung kita langsung ketemu Pantai Amed yang terkenal dengan pemandangan bawah lautnya yang alami indahnya. Bener-bener liburan impian. Namun, apa daya, Gunung Agung masih dalam status siaga. Masuk ke dreamlist dulu deh!

Ga bisa ke Gunung Agung dan Pantai Pandawa, pindahlah kita ke  Gunung Batukaru lanjut ke Pantai Soka. Mungkin bagi sebagian orang pantai ini terdengar asing, tapi sebenarnya pantai ini salah satu pantai yang ga kalah indah kayak Pantai Pandawa, Pantai Kuta, dan lainnya.

Di sekitar pantai Soka, banyak banget wisata alam yang keren-keren. Udah gitu, pantai ini berada di tengah kota. Jadi praktis banget buat aku. Dari pantai ke bandara cuma butuh waktu 75 menit. Deket kan?

Persiapan pendakian kali ini sama dengan pendakian lainnya. Lengkap dengan peralatan tempur selama hiking.  Dengan waktu perjalanan selama 7 – 8 jam, rute yang kami pilih adalah Desa Pujungan kecamatan Pupuan dan berangkat dari jam 1 siang. Ga salah deh milih waktunya, karena selama tracking kami disajikan pemandangan eksotis hutan belantara dan menjelang sore kabut tipis menemani perjalananku. Kami juga merasakan tracking malam hari dengan headlamp sudah stand by di kepala sejak sore hingga kami mencapai puncak Batukaru, jam 8 malam dengan perut keroncongan.

Di pagi hari panorama terbitnya matahari menjadi keindahan yang selalu kutunggu saat muncak. Dengan minuman hangat di tangan, semburat oranye yang perlahan jadi terang, menjadi kombinasi yang menyegarkan di atas gunung.

Puas berfoto dan menikmati keindahan pagi, aku baru menyiapkan sarapan untuk bekal energi kami turun gunung. Sarapannya juga ala anak gunung, nasi putih, mie rebus dengan cabe rawit ditambah telur untuk asupan protein. Praktis dan nikmat! Sebenarnya sih, makan apa aja di puncak gunung terasa nikmat. Ya, ga ada pilihan sih… hehe…

Jam 8 kami mulai turun dengan target jam 2 sudah harus sampai di bawah gunung Batukaru. Tentunya, bawa sampah makanan kami. Sebagai pecinta alam, aku tetap ingin alam lestari tanpa sampah sedikitpun.

pantai soka bali

Seperti yang sudah kuceritakan di awal, turun gunung Batukaru, kami langsung menuju Pantai Soka. Bermain air, menikmati panas sore di tepi pantai, atau sekedar main-main dengan pasir hitamnya jadi hal yang menarik dan obat capek selama kami di pantai ini. Kalau lihat sunset lebih mantep lagi dari atas Pura Luhur Serijong, sama kaya kalo liat sunset dari pura Karang Bolong di Tanah Lot gitu deh.

Walaupun sedikit berubah karena status Gunung Agung, aku dan teman-teman masih bisa trip asyik dan menarik di gunung dan pantai di Bali sekitar 3 bulan lalu. Jadi, apa yang bikin kamu belum ke Bali?